Jumat, 13 Januari 2012

Beras berkaporit


Beras Berkaporit
Kalau kita dengar beras berkaporit,itu terasa aneh di telinga kita,bukan. Tapi itulah yang terjadi sekarang ini. Sekarang ini sudah banyak beras yang berkaporit yang dijual ke    warung - warung. Penjualan baras kaporit ini sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Tapi kita tidak sadar akan itu.
Beras merupakan bahan makanan yang mengandung sumber energi. Sedangkan kaporit ialah bahan kimia yang sering digunakan para ibu untuk menyuci pakaian. Jadi,bagaimana jika kita memakan makanan pokok yang berkaporit? Kata Ahli Kesehatan di Jakarta jika kita selalu mengkonsumsinya. Itu akan berakibat sangat fatal. Akibatnya salah satu ialah kerusakan pada hati. Seperti yang kita ketahui bahwa fungsi hati ialah penetral racun. Jadi jika hati rusak maka tidak akan ada lagi penetral racun.
Apakah teman – teman tahu,dimana saja daerah rawannya beras berkaporit? Daerah rawan beras berkaporit yaitu Medan, Kalimantan, dan hampir seluruh daerah pulau Jawa.
Sebagian besar dari kilang tersebut sudah menggunakan kaporit dengan cara diinfus. Lalu timbul pertanyaan dibenak kita,”Mengapa harus kaporit kenapa gak yang lain seperti H2O atau pemutih ? “
       ”Karena selain harga H2O mahal, H2O juga susah dicari di toko – toko. Dan jika para pekerja kilang menggunakan H2O, hasilnya kurang memuaskan. Sedangkan kalau para pekerja menggunakan pemutih, warna beras akan luntur jika dipegang. Makanya menggunakan kaporit, karena selain harganya murah,beras itu tidak berbau dan tidak luntur.”
Saya tahu cara membedakan beras berkaporit dengan beras yang tidak mengandung kaporit.
Caranya ialah :
  1. Warna beras berkaporit lebih putih dibandingkan beras yang tidak berkaporit.
  2. Jika kita mencuci beras berkaporit, warnanya putih sedangkan beras yang tidak berkaporit warnanya memang putih tapi putih pucat.
  3. Jika kita membiarkan air cucian beras berhari – hari maka air beras berkaporit tidak berbau sedangkan beras tidak berkaporit berbau.
Jadi, pesan saya kepada teman – teman ialah :
a)      Supaya kita berhati – hati dalam memilih sesuatu.
b)      Tidak melihat penampilan luar saja seperti beras berkaporit yang warnanya putih dan menarik hati tetapi di dalamnya mengandung banyak zat yang merugikan kita.